๐‘๐„๐’๐„๐๐’๐ˆ ๐๐Ž๐•๐„๐‹ ๐‡๐Ž๐”๐’๐„๐Œ๐€๐“๐„

ษดแด€แดแด€ : ส€ษช๊œฐแด…แด€ แด€แด›ษชแด‹แด€สœ ษดแด€๊œฑแดœแด›ษชแดษด
แด‹แด‡สŸแด€๊œฑ : xษช ษชแด˜แด€ 3
แดแด€แด›แด€ แด˜แด‡สŸแด€แดŠแด€ส€แด€ษด : ส™แด€สœแด€๊œฑแด€ ษชษดแด…แดษดแด‡๊œฑษชแด€
ษขแดœส€แดœ แด˜แด‡แดส™ษชแดส™ษชษดษข : สœแด€ส€ส€ส ๊œฑสแด€สœแด˜แดœแด›ส€แด€ ษขแดœสŸแด›แดแด แด.แด˜แด…




๐—œ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€ ๐—•๐˜‚๐—ธ๐˜‚
Judul Buku : Housemate
Nama Pengarang : Annisa Lim
Ilustrasi : NiaDesign
Penerbit : Coconut Books
Tahun Terbit : Cetakan Pertama, Januari 2023
Tebal Buku : 276 halaman
Harga Buku : Harga P. Jawa Rp99.000,-


๐—ฆ๐—ถ๐—ป๐—ผ๐—ฝ๐˜€๐—ถ๐˜€
๐”น๐•’๐•“ ๐Ÿ™
Gedung kegiatan mahasiswa telah lama tidak mendapat perbaikan, sehingga menimbulkan kerisauan bagi para mahasiswa. Para mahasiswa aktivis dan anggota advokasi dengan berani mengajukan proposal renovasi gedung sekretariat demi keamanan dan nama baik kampus. Mereka sangat berharap adanya tanggapan dari pihak berwenang, namun sangat sulit untuk menemuinya bahkan ketua BEM terkesan enggan mengurus masalah tersebut.

๐”น๐•’๐•“ ๐Ÿš
Perkelahian sengit terjadi ketika Genta berusaha melindungi Dinda dari perbuatan bejat yang dilakukan Randy (ketua BEM). Genta juga memaksa Dinda untuk menghapus seluruh postingannya di sosial media tanpa menjelaskan alasan yang sebenarnya. Saat Dinda mengetahui kebenarannya, ia merasa sangat hancur. Kepedulian yang ditunjukkan Genta membuat pertemanan mereka semakin rumit. Sabiru merasa jika Genta lebih pantas bersama Dinda, padahal tanpa disadari keduanya memiliki perasaan yang sama. Di sisi lain, ada Kanala yang setia menunggu Genta untuk bisa membalas perasaannya.

๐”น๐•’๐•“ ๐Ÿ›
Genta mulai jujur tentang perasaannya, namun Dinda telah menyukai pria lain dan tidak berniat memberitahu namanya. Sedangkan Naufal dan Olivia kini mengakhiri hubungannya. Mereka membohongi perasaannya sendiri karena sadar tidak ada titik akhir bagi keduanya.

Pengajuan proposal belum mendapatkan respon, Genta selaku kepala divisi advokasi sekaligus mahasiswa aktivis kembali membuat salinan proposal yang akan diserahkan langsung kepada Wakil Rektor Tiga. Berbagai kegiatan para mahasiswa berlanjut hingga malam hari. Kala itu di gedung sekretariat ada Genta, Nanda, Baskara, Jovan, Cantika, Naufal, dan Dinda. Sedangkan Sabiru telah kembali lebih awal ke indekos. Baru saja sampai, Sabiru mendapat kabar mengejutkan bahwa gedung sekretariat telah ambruk dan melukai teman-temannya. Sabiru bergegas kembali ke kampus dan melihat teman-temannya dalam kondisi mengenaskan. 

๐”น๐•’๐•“ ๐Ÿœ
Kehilangan kedua temannya, pengajuan proposal yang tidak ada kemajuan, hingga pertanggungjawaban atas korban dibalik kelalaian pihak universitas membuat kemurkaan Sabiru tidak dapat dibendung lagi. Ia turun tangan memperjuangkan hak-hak temannya dan mengancam akan membawanya ke jalur hukum. Begitu cepat waktu berlalu, acara tabur bunga diadakan untuk memperingati setahun setelah tragedi runtuhnya gedung kegiatan mahasiswa Universitas Veteran 10 November. Para mahasiswa larut dalam suasana berkabung dan menuliskan sindiran & sarkasme kepada pihak kampus. Suasana indekos yang dahulu ramai dan hangat, kini terasa dingin. Hanya ada sepenggal kenangan yang semakin lama membuat dada terasa nyeri. 

๐”น๐•’๐•“ ๐Ÿ
Demi menuntut keadilan, para pengurus BEM fakultas, pengurus divisi advokasi, warta mahasiswa, dan mahasiswa aktivis sepakat mengadakan aksi dialog terbuka antara Rektorat dan mahasiswa. Bertepatan dengan hari dilaksanakannya aksi tersebut, Sabiru ingin menemani Dinda terlebih dahulu. Ia menanti kesadaran gadis itu agar bisa menyampaikan perasaannya secara langsung. Aksi tersebut berangsur tidak kondusif bahkan gas air mata dilemparkan ke tengah kerumunan. Sesaat Sabiru memeriksa pesan di ponselnya, wajahnya berubah bahagia ketika Dinda ternyata telah sadar. Naas, Sabiru tiba-tiba ditendang dan dipukuli secara membabi buta dan langsung dilarikan ke rumah sakit. 

๐”น๐•’๐•“ ๐Ÿž
Setelah kejadian yang menimpa Sabiru, mereka berpikir bahwa ada provokator dibaliknya. Dugaan terkuat tertuju pada Randy Alfian, apalagi sangat susah menjeratnya dengan hukuman semakin meyakinkan bahwa ada yang melindunginya. Randy pergi menemui ayahnya yang ternyata seorang Rektor, dalang dibalik semua permasalahan. Julius berdalih melindungi Randy dari semua masalahnya, padahal ia merasa terancam dengan gerak gerik mahasiswa aktivis yang melawannya. Sabiru akhirnya sadar setelah terbaring selama dua hari. Ia langsung menemui Dinda karena khawatir gadis tersebut akan pergi meninggalkannya. Disaat yang bersamaan, kabar buruk kembali datang yakni kepergian dua sahabatnya sekaligus, Genta dan Naufal. 

๐”น๐•’๐•“ ๐ŸŸ
Tak disangka, Dinda turut menyusul kepergian kedua temannya. Ketika Sabiru mendengar kabar kepergian ketiga sahabatnya sekaligus, ia sangat syok bahkan seruan frustasi terdengar jelas di ruangan tersebut. Ketika di rumah duka, kondisi Sabiru sangat memprihatinkan bahkan berulang kali pingsan. Sayangnya, di situasi seperti ini Rektor kampus malah menunda dialog. Gaga dan Cantika kemudian pergi mengurus hal tersebut tanpa sepengetahuan Sabiru. Berat bagi Sabiru untuk melepaskan orang yang dicintai, sehingga ia bersikeras mendampingi Dinda sampai ke tempat peristirahatan terakhir.

๐”น๐•’๐•“ ๐Ÿ 
Para mahasiswa aktivis dan beberapa pengurus BEM kembali mengadakan aksi kedua kalinya. Aksi tersebut juga berlangsung rusuh hingga 7 mahasiswa aktivis lenyap seketika. Sabiru sengaja tidak diberitahu karena kondisinya sedang sangat berduka. Ia merasa kesal, sedih, dan bingung di waktu bersamaan. Ketika melihat bukti, Sabiru begitu marah kepada Randy dan mengancam akan membongkar semua kebusukannya. Randy yang tidak berhasil menangkap Sabiru, justru mendapat pukulan bertubi-tubi dari anak buah ayahnya.

๐”น๐•’๐•“ ๐Ÿก
Sabiru masih belum berhasil untuk menemukan teman-temannya. Saat ini, mereka sedang berusaha mengumpulkan bukti kuat mengenai kejahatan apa saja yang telah dilakukan petinggi kampus. Randy mulai sadar bahwa ayahnya sudah sangat keterlaluan. Ia menyerahkan diri dan mengungkapkan semua kebenaran atas peristiwa yang terjadi selama ini. Untuk meyakinkan Sabiru, ia menyerahkan berbagai bukti kejahatan ayahnya dan memberitahu lokasi dimana para mahasiswa aktivis disembunyikan. Mereka segera kesana untuk menyelamatkan para sandera. Sabiru berharap bahwa seluruh temannya dapat bertahan hingga dia datang.

๐”น๐•’๐•“ ๐Ÿ™๐Ÿ˜
Semua kasus-kasus telah menemukan titik terangnya. Mereka sampai di lokasi dan gejolak bahagia tidak lagi tertahankan. Tetapi, bayangan itu dipatahkan ketika tujuh temannya bersimbah darah kering dengan penuh luka lebam yang hampir menghitam. Jelas sekali bahwa mereka sudah lama disiksa dan dibiarkan mati kehabisan darah. Sesuai janjinya, ia akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Bendera setengah tiang kemudian dikibarkan di Universitas Veteran 10 November sebagai lambang kedukaan dan penghormatan terakhir bagi para korban. Para orang tua juga sengaja dikumpulkan untuk meluruskan informasi terkait peristiwa tersebut. Pada akhirnya, mereka semua kembali meski dalam bentuk lain.


๐—”๐—ป๐—ฎ๐—น๐—ถ๐˜€๐—ถ๐˜€
Kelebihan
• Covernya bagus dan menarik.
• Penggambaran suasana terasa begitu nyata, seperti adegan memasak, kisah percintaan para penghuni dengan permasalahan yang berbeda-beda, peristiwa runtuhnya gedung sekretariat, dll yang membuat pembaca dapat merasakan langsung cerita tersebut.
• Gaya bahasa yang ringan disertai lelucon ala anak muda
• Alur cerita begitu detail dimulai dari pengenalan karakter setiap tokoh, hubungan yang terjalin di antaranya, sampai pada penyelesaian konflik yang memuaskan.
• Terdapat banyak hal-hal positif yang diperoleh. Bukan hanya solidaritas pertemanan yang kuat, tetapi juga kisah percintaan, agama, keluarga, dan kehidupan mahasiswa
• Adanya extra part sehingga dapat melihat keseruan lebih para penghuni indekos


Kekurangan
• Terdapat beberapa istilah asing kurang diketahui maknanya
• Kata-kata singkatan yang sebaiknya diberi kepanjangannya agar pembaca bisa memahami sekaligus mendapat kosakata baru



๐—˜๐˜ƒ๐—ฎ๐—น๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ถ
Novel Housemate merupakan salah satu novel yang sangat berkesan bagi saya. Awalnya, saya berpikir bahwa novel ini bergenre horror yang terlihat sekilas dari sinopsis dan covernya. Namun ternyata, novel ini justru diluar perkiraan yang mana berfokus kepada pemecahan kasus-kasus yang terjadi namun diabaikan oleh pihak berwenang. Ini sangat menarik, apalagi tulisan yang disuguhkan mampu membuat pembaca semakin penasaran untuk membaca ke bab-bab selanjutnya.

Melalui novel ini, pembaca akan bernostalgia tentang kehidupan  mahasiswa yang erat dengan kos-kosan, organisasi, solidaritas, dan sebagainya. Setiap adegan memiliki makna tersendiri, karena perasaan menjadi campur aduk baik itu senang, sedih, kesal, marah, bingung, dll. Saya sangat menyukai bagaimana penulis menunjukkan solidaritas yang kuat di antara mereka. Walaupun perasaannya tidak terbalas, tetapi tidak membuat pertemanan mereka renggang. Mereka menghabiskan suka dan duka bersama-sama sehingga ketika salah satunya pergi rasa kehilangan terasa begitu mendalam.

Bagi kalian yang tertarik dengan genre misteri, maka buku ini sangat cocok untuk dibaca. Setiap permasalahan dijelaskan dengan detail hingga mencapai titik penyelesaian. Hanya saja, saya masih kurang puas dengan kisah percintaan dalam novel ini. Dimana dari banyaknya tokoh yang memendam perasaan, tidak ada yang bersama sekalipun hanya sesaat. Namun, itu bukan sebuah permasalahan karena ada banyak pesan moral yang terkandung dalam cerita ini. Perjuangan dan pembelaan atas ketidakadilan dalam cerita ini patut ditiru dalam kehidupan. Tidak ada yang bersifat egois, mereka semua bersatu demi meraih hak-haknya yang telah diabaikan sekalipun meregang nyawa. Saya sangat menyukai cerita ini dan selalu mendukung setiap karya-karya baru yang dibuat oleh penulis. Saya harap pada cerita selanjutnya tidak kalah menarik, bahkan dengan kejutan yang tidak terduga. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEKS CERAMAH "PENTINGNYA MENJAGA LISAN"

๐Œ๐„๐๐†๐Š๐€๐‰๐ˆ ๐“๐„๐Š๐’ ๐๐‘๐Ž๐๐Ž๐’๐€๐‹ ๐๐„๐๐„๐‹๐ˆ๐“๐ˆ๐€๐